Yuhuuuuuuuuuu......
Mau bikin curhatan Sableng dulu dah. Ga tau kenapa abis bikin tugas di blog buat kampus tercinta kampus G******** (ga boleh sebut merk soalnya kaga dapet royalty iklanin) jadi pingin nulis juga. Bikin tugas segitu banyaknya tapi kaga tau dah bakal diliat apalagi di baca sama dosennya. yah, idup ini emang berat. Bagai ironi diatas ironi, sungguh suatu hal yang begitu absurd buat idup gw.
ya udalah ga perlu bahas masalah itu juga sih, y tapi mau gimana lagi moodnya masih abis ngerjain itu tugas jadi bawaannya bahas itu-itu lagi. Hidup jadi mahasiswa pada saat ini emang berat (liat kalender sekarang jaman apaan). Semua perjuangan emang, mau brangkat kuliah kudu berjuang melawan macet, mau kuliah kudu berjuang lawan dosen yg bikin ngantuk, mau makan kudu berjuang berebut sama orang kelaparan lainya dan desakan ekonomi yang makin parah (dompet kosong). Ya tapi idup ini klo ga berjuang rasanya hambar, kaya makan nasi sama sambel + krupuk doang (combo makanan darurat).Tapi idup juga jangan ngeluh mulu, kita harus bersyukur sama ALLAH SWT masih di kasi idup sampe sekarang juga, masi bisa nyicip bangku sekolah ampe kuliah sekarang (saingan sama rayap kali).
Ya gw sebagai mahasiswa yang baik hati, tidak sombong, rajin menabung dan jenius (fitnah semua itu) ga boleh menyerah begitu aj sama arus pergerakan jaman yang semakin menghanyutkan bagai kali lagi bajir. gw harus berusaha menunjukan kalo gw bisa berhasil jadi manusia yang berguna (selama ini bukan manusia kali). Gw pengen jadi anak yang berguna bagi Indonesia ini. seperti kata orang bijak yang ga tau gw liat dimana (mungkin kertas gorengan ato kacang).
"Jangan kamu tanyakan apa yang akan kamu dapatkan dari negeri ini, tapi tanyakan apa yang telah kamu perbuat untuk negeri ini."
Kalimat ini sungguh menggugah semangat gw sebagai mahasiswa ala kadarnya. Udah ah, cape juga gw curhat kaya gini. Pokoknya apapun masalahnya gw tetep doyan TAHU ISI. Yang baca ini bilang garing juga ga masalah. Yang pasti lega gw abis curhat ga jelas kaya gini
ini tahu isi bukan tahu basi!! Garing?! biarin yang penting tahu isi!!
Rabu, 09 Mei 2012
Tulisan 10
Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh
pendapatan yang diterima oleh
masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun.
Konsep Pendapatan Nasional
1. PDB/GDP (Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Product)
Produk Domestik Bruto adalah jumlah produk berupa barang dan
jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu
Negara selama satu tahun. Dalam perhitungannya, termasuk juga hasil produksi
dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi diwilayah
yang Bersangkutan.
2. PNB/GNP (Produk Nasional Bruto/Gross Nasional Product)
PNB adalah seluruh nilai produk barang dan jasa yang
dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam periode tertentu, biasanya satu tahun,
termasuk didalamnya barang dan jasa yang dihasilkan oleh masyarakat Negara
tersebut yang berada di luar negeri.
Rumus :
GNP = GDP – Produk netto terhadap luar negeri
3. NNP (Net National Product)
NNP adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan oleh
masyarakat dalam periode tertentu, setelah dikurangi penyusutan (depresiasi)
dan barang pengganti modal.
Rumus :
NNP = GNP – Penyusutan
4. NNI (Net National Income)
NNI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima oleh
masyarakat setelah
dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Rumus :
NNI = NNP – Pajak tidak langsung
5. PI (Personal Income)
PI adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat
yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi oleh laba
ditahan, iuran asuransi, iuran jaminan social, pajak perseorangan dan ditambah
dengan transfer payment.
Rumus :
PI = (NNI + transfer payment) – (Laba ditahan + Iuran
asuransi + Iuran jaminan social + Pajak perseorangan )
6. DI (Disposible Income)
DI adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah
siap dibelanjakan oleh penerimanya.
Rumus :
DI = PI – Pajak langsung
Perhitungan Pendapatan Nasional
1. Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
a. Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
b. Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan
jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
c. Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program
pembangunan
yang berjangka.
2. Manfaat mempelajari pendapatan nasional
a. Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
b. Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke
waktu antar daerah atau antar propinsi
c. Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara
d. Dapat membantu merumuskan kebijakan pemerintah.
3. Perhitungan Pendapatan Nasional
a. Metode Produksi
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai
barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam
periode tertentu Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]
b. Metode Pendapatan
Pendapatan nasional merupakan hasil penjumlahan dari seluruh
penerimaan (rent, wage, interest, profit) yang diterima oleh pemilik factor
produksi adalam suatu negara selama satu periode. Y=r+w+i+p
c. Metode Pengeluaran
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh
pengeluaran yang dilakukan oleh seluruh rumah tangga ekonomi (RTK,RTP,RTG,RT
Luar Negeri) dalam suatu Negara selama satu tahun. Y = C + I + G + (X – M)
Sumber :doc
Tulisan 9
Konsep Pasar dalam Penentuan Strategi Pemasaran Produk
Menentukan segmentasi pasar adalah langkah yang harus
dilakukan sebelum Anda menjual suatu produk dijual ke pasar. Hal tersebut
terkait dengan penentuan sasaran yang dinilai prospektif dalam strategi
pemasaran. Penentuan segmentasi pasar dilakukan dengan cara memecah beberapa
konsumen yang prospek menjadi bagian kecil. Secara umum, ada beberapa panduan
yang digunakan dalam menentukan segmentasi pasar yaitu terdiri atas :
Berdasarkan Karakter Psikografi
Antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki
gaya hidup yang berbeda. Masalah gaya hidup masyarakat di suatu daerah juga
merupakan salah satu faktor penentuan segmentasi pasar berdasarkan gaya hidup.
Pada dasarnya suatu komunitas masyarakat memiliki suatu karakter khusus yang
tidak dimiliki oleh komunitas lain. Keberadaan karakter tersebut akan
dipelihara terus oleh masyarakat. Realitas seperti itu dapat dijadikan sebagai
peluang bisnis karena segala penampilan dan gaya hidup merupakan suatu hal yang
terkait dengan komoditas. Misalnya, kita berada pada komunitas bikers yagn
sedang booming akhir-akhir ini. Komoditas yang terkait dengan kegiatan tersebut
merupakan peluang. Komoditas tersebut dapat berupa accesoris sepede, komponen
dan lain sebagainya.
Berdasarkan Karakter Demografi
Salah satu faktor penentuan segmentasi
yang memiliki prospek terbaik adalah segmentasi berdasarkan umur konsumen.
Penentuan pasar akan dipengaruhi kebiasaan pada umur-umur tertentu dalam
mengonsumsi suatu produk. Dengan gambaran tersebut maka konsumen akan terpisah
menjadi bagian-bagian yang kecil. Di mana setiap bagian kecil tersebut memiliki
peluang kesuksesan yang sama. Namun, Anda harus menentukan konsumen dengan
kisaran umur yang menjadi sasaran pemasaran. Dengan begitu karakter demografi
menentukan pasar dengan mengacu produk dan umur.
Berdasarkan Karakter Geografi
Penentuan segmentasi pasar
berdasarkan kekhasan suatu daerah yaitu produk yang disukai oleh suatu
masyarakat terkait keberadaannya di suatu daerah merupakan peluang bagus bagi
pebisnis. Salah satunya, terkait perdagangan produk furnitur. Jika Anda
mendapatkan pesanan dari suatu daerah maka Anda harus menyesuaikan konsep
pesanan tersebut dengan kekhasan daerah tersebut.
Berdasarkan Karakter Variabel Penggunaan Produk
Penentuan berdasarkan karakter
variabel penggunaan produk, pada prinsipnya penentuan segmentasi pasar kali ini
dikaitkan dengan gejala yang ada di masyarakat. Saat ini kebutuhan akan produk
Teknologi dan komunikasi merupakan kebutuhan penting bagi sebagian besar
masyarakat, terutama dikota-kota besar. Selain itu, alat komunikasi tersebut
dinilai memiliki arti penting. Namun, dibalik realitas seperti itu terdapat
suatu tren. Tren tersebut terkait dengan penggunaan salah satu merek/produk
tertentu.
Tulisan 8
Pasar Monopolistis dan Monopoli
A. Pasar Monopolistik
Pasar persaingan monopolistik merupakan salah satu
dari pasar persaingan tak sempurna. Teori pasar persaingan monopolistik
dikembangkan karena ketidakpuasan terhadap daya analisis model persaingan pasar
sempurna maupun pasar monopoli. Tetapi dilihat dari strukturnya pasar
monopolistik lebih mendekati pada pasar persaingan sempurna (dicirikan dengan
banyak perusahaan yang berpartisipasi di pasar, tanpa batasan masuk industri
yang serius) tetapi perusahaan yang berpartisipasi di pasar tersebut
menghasilkan produk yang berbeda karakteristik.
Pasar monopolistik didefinisikan sebagai pasar dengan
banyak produsen yang menghasilkan komoditas yang berbeda karakteristik
(differentiated product) dan bisa disebut juga sebagai pasar yang banyak
penjual, yang menawarkan satu jenis barang dengan deferensi produk yang
berbeda-beda baik dari segi kualitas, bentuk dan ukuran.
Dalam pasar persaingan monopolistik para konsumen merasakan
adanya perbedaan karakteristik dari produk-produk yang dihasilkan oleh suatu
perusahaan dengan produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan
lainnya. Perbedaan tersebut bisa mencerminkan perbedaan yang sebenarnya
diantara produk-produk yang mereka konsumsi atau hanya perbedaan persepsi
konsumen bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan yang
beroperasi di pasar memang berbeda. Sebagai contohnya perbedaan produk dapat
dilihat dari bentuk fisiknya seperti beda fungsi, bentuk ataupun kualitas.
Perbedaan juga dapat dijumpai dalam kaitannya dengan merek, logo ataupun
kemasan. Lebih lanjut perbedaan juga dapat dijumpai dalam kaitannya dengan hal-hal
yang terkait dengan penjualan seperti jangka waktu kredit, ketersediaan
komoditas, kemudahan dalam memperolehnya, pelayanan purna jual, loasi perolehan
komoditas, pelayanan dan sebagainya. Pakaian, obat-obatan, kosmetik, restaurant
dan banyak komoditas makanan adalah contoh-contoh dari komoditas monopolistik
yang umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Ciri-ciri pasar persaingan Monopolistik
1. Terdapat cukup banyak pengusaha
Dalam pasar persaingan monopolistis , terdapat cukup banyak
pengusaha , akan tetapi tidak sebanyak seperti yang terdapat pada pasar
persaingan sempurna. Dan apabila di suatu pasar terdapat banyak perusahaan ,
otomatis disana pasti terdapat pasar monopolistis , akan tetapi ukuran /
besarnya tidak melebihi perusahaan – perusahaan yang lain. Dengan kata lain
perusahaan dalam pasar persaingan monopolistik memiliki ukuran yang
relatif sama besarnya. Sehingga mengakibatkan produksi suatu suatu perusahaan
relative sedikit, dibandingkan dengan seluruh produksi dalam keseluruhan pasar
tersebut.
2. Barangnya bersifat berbeda corak
Sifat ini merupakan sifat yang sangat penting untuk dapat
membedakan mana pasar persaingan monopolistik dan mana pasar persaingan
sempurna . Seperti yang telah kita ketahui bahwa pasar persaingan sempurna
seluruh perusahaan nya memproduksi produk yang sama. Oleh karena itu susah
untuk membedakan produk suatu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Sedangkan
dalam pasar persaingan monoplistik tidak susah untuk membedakan produk
dari masing-masing perusahaan, karena perbedaan corak(different product)
pada produk tersebut. Apabila kita lihat secara fisik suatu product ,
akan tanpak jelas perbedaan tersebut. Maka kita dapat membedakan mana
produk suatu perusahaan dengan product perusahaan yang lainnya. Di
samping perbedaan dalam bentuk fisik , juga terdapat perbedaan dalam bentuk
bungkus atau pembungkusan product, dan ada pula yang berbeda dalam cara
membayar barang yang akan di beli. Akibat dari berbagai macam perbedaan ini ,
barang yang di produksi oleh perusahaan pasar monopolistis ini tidak
bersifat barang pengganti sempurna akan tetapi ia bersifat barang pengganti
yang dekat.
3. Perusahaan mempunyai sedikit kekuasaan mempengaruhi
harga
Dalam pasar persaingan monopolistis suatu perusahaan dapat
mempengaruhi suatu harga , akan tetapi pasar ini hanya mendapat sedikit
kekuasaan dalam mempengaruhi harga suatu barang produksi di bandingkan dengan
perusahaan oligopoli dan monopoli. Pasar monopolistis mendapat sedikit
kekuasaan dalam mempengaruhi harga disebabkan oleh barang yang dihasilkan
bersifat berbeda corak (different product). Karena perbedaan corak inilah yang
menyebabkan konsumen atau pembeli akan otomatis bersifat memilih, yaitu
menyukai product perusahaan satu dan kurang menyukai produk
perusahaan yang lain. Maka apabila ia menaikkan harga barang produksinya
, ia akan tetap memiliki pelanggan , walaupun tidak sebanyak pada waktu sebelum
kenaikan harga barang produksinya. Dan bisa juga sebaliknya , apabila perusahaan
tersebut ingin menurunkan harga barang produksinya , tidaklah mudah untuk
menghabiskan penjualan barang tersebut, karna masih banyak konsumen yang setia
dengan produk yang telah lama ia pakai , walaupun harganya relatif agak mahal.
4. Produsen lain
mudah memasuki pasar
Apabila ada suatu perusahaan baru ingin memulai usahanya
didalam pasar persaingan monopolistik tidak akan banyak mengalami hambatan
seperti halnya dalam pasar oligopoli dan monopoli. Hal ini disebabkan oleh:
- Karena modal yang diperlukan relative besar kalau
dibandingkan dengan mendirikan perusahaan dalam pasar persaingan sempurna.
- Karena perusahaan itu harus menciptakan barang produksi
yang bercorak beda dengan barang produksi yang telah beredar dahulu di
pasaran.dan mempromosikannya pada masyarakat untuk mendapat pelanggan , dan
dengan promosi tersebut , perusahaan harus dapat meyakinkan pelanggan akan mutu
barang tersebut.
5. Persaingan promosi
penjualan sangat aktif
Dalam pasar persaingan monopolistis harga bukanlah penentu
utama dari besarnya pasar dari perusahaan- perusahaan dalam pasar persaingan
monopolistis. Pada pasar ini memungkinkan suatu perusahaan menarik banyak
pelanggan walaupun harga barang produksinya berharga tinggi. Bahkan sebaliknya
, suatu perusahaan tidak mudah menarik banyak pelanggan dengan harga barang
produksi yang relatif rendah. Ini disebabkan oleh barang produksi yang mereka
hasilkan , yaitu barang yang bersifat beda corakdengan barang yang sudah
tersedia di pasaran , dan mempromosikan barang baru tersebut. Maka untuk
mempengaruhi cita rasa pembeli, para pengusaha melakukan persaingan bukan harga
( non price competition) . Persaingan yang demikian itu antara lain adalah
dalam rangka memperbaiki mutu dan desain barang , melakukan iklan yang terus
menerus memberikan syarat penjualan yang menarik
B. Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara
permintaan dan penawaran yang ditandai oleh adanya satu penjual/produsen
dipasar berhadapan dengan permintaan seluruh pembeli atau konsumen.Ciri-ciri
dari pasar monopoli:
1. hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
2. tidak ada barang subtitusi/pengganti yang mirip (close
substitute)
3. produsen memiliki kekuatan menetukan harga
4. tidak ada pengusaha lain yang memasuki pasar tersebut
karena ada hambatan berapa keunggulan perusahaan.
Ada
beberapa penyebab terjadi pasarmonopoli, diantara penyebabnya adalah sebagai
berikut:
- ditetapkannya Undang-undang (Monopoli Undang-undang). Atas
pertimbangan pemerintah, makapemerintah dapat memberikan hak pada sutau
perusahaan seperti PT Pos dan Giro, PT. PLN. hasil pembinaan mutu dan
spesifikasi yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain, sehingga lama kelamaan
timbul kepercayaan masyarakat untuk selalu menggunakan produk tersebut.
- Hasil cipta atau karya seseorang yang diberikan kepada suatu
perusahaan untuk diproduksi, yang kita kenal dengan istilah hak paten atau hak
cipta.
- Sumber daya alam. Perbedaan sumber daya alam menyebabkan
suatu produk hanya dikuasai oleh suatu daerah tertentu seperti timah dari pulau
bangka.
Penjual monopoli belum tentu mendapatkan keuntungan besar,
tetapi monopoli mempunyai keterbatasan yang menyebabkan kerugian, maka dari itu
kita coba melihat kerugian yang disebabkan oleh pasar Monopoli. Kerugian-kerugian yang disebabkan oleh pasar monopoli:
- Ketidak adilan, karena monopolis akan memperoleh
keuntungan diatas keuntungan normal.
- Volume produksi ditentukan oleh monopolis
- Terjadi eksploitasi oleh monopolis terhadap konsumen dan
pemilik faktor-faktor produksi.
- pemerintah dapat mencegah kergian-kerugian yang disebakan
pelaku monopoli dengan cara berikut:
- Mencegah munculnya monopoli dengan undang-undang
- Pemerintah mendirikan perusahaan tandingan yang mampu
menyaingi monopolis
- Membuka impor untuk barang yang diproduksi oleh monopolis
- Campur tangan pemerintah dalam menentukan harga.
Sumber : http://tutorialkuliah.blogspot.com/
Tulisan 7
Konsep penerimaan perusahaan dan manajemen
penerimaan
Penerimaan adalah suatu konsep yang menghubungkan antara jumlah barang yang diproduksi
dengan harga jual perunitnya. Konsep penerimaan tentu saja dipandang dari sisi
permintaan (bukan penawaran karena tidak semua barang yang ditawarkan akan
menjadi penerimaan (belum tentu laku dijual).
Konsep penerimaan perusahaan dan menejemen penerimaan adalah
tujuan akhir usaha demi mencapai suatu keuntungan kegiatan perusahaan atau juga
bisa disebut profit dalam rangka :
1. Mempertahankan kelangsungan usaha dan
perusahaan
2. Menambah dan memperbesar produksi
(ekspansi)
Sebuah perusahaan bisa mendapatkan keuntungan baik dalam
jangka pendek maupun dalam jangka panjang.
Keuntungan dalam jangka pendek keuntungan membutuhkan untuk
mempertahankan kelangsungan usaha sedangkan dalam jangka panjang untuk ekspansi
dan memperbesar skala usaha. Keuntungan jangka pendek langsung berhubungan
dengan tingkat produksi yang memiliki unsur biaya dan penerimaan. Selisih
antara penerimaan dan biaya itulah yang disebut profit. Bila selisih antara
penerimaan dan biaya hasilnya negative maka perusahaan mengalami kerugian
(loss). Sebaliknya bila selisihnya positif makaperusahaan mengalami keungtungan
(benefit).
Dalam jangka panjang perusahaan yang mendapatkan selisih
positifantara penerimaan dan biaya belum tentu untung sebaliknya belum tentu
rugi, dalam jangka panjang yang harus selalu dipertimbangkan bukan saja (Cost
and Revenue-C/R) tapi biaya dan manfaat (Cost and benefit-C/B).
Tulisan 6
MANAJEMEN BIAYA
1. Biaya dan konsep biaya
Biaya
Adalah semua pengorbanan yang perlu dilakukan untuk
suatu proses produksi, yang
dinyatakan dengan satuan uang menurut harga pasar yang berlaku, baik yang sudah terjadi
maupun yang akan terjadi. Biaya terbagi menjadi dua, yaitu biaya eksplisit dan
biaya implisit. Biaya eksplisit adalah biaya yang terlihat secara fisik,
misalnya berupa uang. Sementara itu, yang dimaksud dengan biaya implisit adalah
biaya yang tidak terlihat secara langsung, misalnya biaya
kesempatan dan penyusutan barang modal.
Konsep Biaya
Merupakan konsep yang terpenting dalam
akuntansi manajemen dan akuntansi biaya. Adapun tujuan memperoleh
informasi biayadigunakan untuk proses perencanaan, pengendalian dan
pembuatan keputusan.
2. Manajemen Biaya
Pengertiannya adalah sebagai berikut:
Pengertiannya adalah sebagai berikut:
-Manajemen biaya adalah proses perencanaan dan pengendalian
anggaran bisnis.
-Manajemen Biaya adalah suatu bentuk akuntansi manajemen yang
memungkinkan sebuah bisnis untuk memprediksi pengeluaran yang akan datang untuk
membantu mengurangi kemungkinan akan melebihi anggaran.
-Manajemen
Biaya adalah proses dimana perusahaan mengontrol dan merencanakan biaya dalam
melakukan bisnis. Masing-masing proyek harus telah disesuaikan dengan rencana
manajemen biaya, dan perusahaan secara keseluruhan juga mengintegrasikan
pengelolaan biaya ke model bisnis mereka secara keseluruhan. Tidak ada pengertian tunggal untuk
istilah ini, karena memiliki aplikasi yang luas. Bila dilaksanakan dengan baik,
manajemen biaya akan diterjemahkan ke dalam mengurangi biaya produksi untuk
produk dan layanan, serta peningkatan nilai yang dikirimkan kepada pelanggan.
Langganan:
Komentar (Atom)