Kamis, 03 April 2014

Kriminalitas Karena Game Online. Siapa Yang Salah?

     Akhir-akhir ini marak sekali kejadian dimana pembunuhan terjadi karena game online. Biasanya hal ini terjadi karena pelaku merasa terganggu oleh orang lain saat bermain, dilarang untuk bermain, atau bahkan karena pencurian item di dalam game oleh teman sendiri.

    Jadi siapakah yang harus di salahkan dalam semua kasus ini? apakah publisher game? orang tua? Bila dilihat dari pandangan orang tua pasti menganggap bahwa yang salah adalah publisher game yang menampilkan banyak kekerasan dalam game sehingga membuat pemain menjadi brutal. Namun bila dilihat dari sisi gamer (pemain), hanya sebagian kecil gamer yang berprilaku menyimpang seperti demikian. Dan biasanya  hal itu juga diakibatkan karena kurangnya perhatian orang tua. Kurangnya perhatian atau pengawasan orang tua membuat pola pikir pelaku menjadi menyimpang. Terkadang dirumah selalu di kucilkan atau di marahi karena bermain game.

     Jadi siapakah yang harus disalahkan? Sepertinya masalah ini hanya dapat diselesaikan hanya dengan kerjasama publisher game yang membatasi usia pemain dan juga pengwasan orang tua kepada anaknya. Tanpa adanya kedua hal itu, sepertinya kriminalitas karena game online akan terus terjadi.

Kamis, 27 Maret 2014

ETIKA SECARA UMUM DALAM KEHIDUPAN

Apa yang dimaksud dengan etika ?

    Etika adalah berasal dari bahasa Yunani “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar,salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. St. John of Damascus (abad ke-7 Masehi) menempatkan etika di dalam kajian filsafat praktis (practical philosophy).


    Etika dimulai bila manusia merefleksikan unsur-unsur etis dalam pendapat-pendapat spontan kita. Kebutuhan akan refleksi itu akan kita rasakan, antara lain karena pendapat etis kita tidak jarang berbeda dengan pendapat orang lain. Untuk itulah diperlukan etika, yaitu untuk mencari tahu apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia.


    Secara metodologis, tidak setiap hal menilai perbuatan dapat dikatakan sebagai etika. Etika memerlukan sikap kritis, metodis, dan sistematis dalam melakukan refleksi. Karena itulah etika merupakan suatu ilmu. Sebagai suatu ilmu, objek dari etika adalah tingkah laku manusia. Akan tetapi berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang meneliti juga tingkah laku manusia, etika memiliki sudut pandang normatif. Maksudnya etika melihat dari sudut baik dan buruk terhadap perbuatan manusia.


Definisi Etika

- Menurut Bertens : Nilai- nilai atau norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

- Menurut KBBI : Etika dirumuskan dalam 3 arti yaitu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, nilai yang berkenaan dengan akhlak, dan nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

- Menurut Sumaryono (1995) : Etika berkembang menjadi studi tentang manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendak manusia.

Macam-macam Etika

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

1. Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.

2. Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

1. Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.

2. Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

       Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan. Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandangan-pandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.
Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :
1. Sikap terhadap sesama
2. Etika keluarga
3. Etika profesi
4. Etika politik
5. Etika lingkungan
6. Etika idiologi

Manfaat Etika

Beberapa manfaat Etika adalah sebagai berikut ,
1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana
yang boleh dirubah.
3. Dapat membantu seseorang mampu menentukan pendapat.
4. Dapat menjembatani semua dimensi atau nilai-nilai.

SUMBER
WIKI






Kamis, 06 Februari 2014

Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Merendahkan Kemampuan Diri Sendiri

     Semenjak keberadaan mesin pencari seperti Google yang semakin mudah untuk diakses, pemikiran manusia pun mulai sedikit banyak berubah karena hal tersebut. Yang dimana pada saat sebelum ada Google bila orang ingin mencari sesuatu biasanya mencari lewat buku atau bertanya pada orang lain. tetapi setelah Google mulai masuk kedalam kehidupan manusia pola pikir manusia mulai berubah menjadi semua hal di cari melalui Google.

     Hal ini menyebabkan sebagian manusia menjadi memiliki perilaku malas yang lebih parah. Yang dimana semua hal dicari dengan menggunakan Google. Informasi yang di dapat dari Google biasanya langsung di Copy Paste tanpa di baca sama sekali isinya, apakah isi yang di cari sudah benar atau salah.
     Tanpa kita sadari kita telah merendahkan kemampuan diri kita sendiri untuk mencari sendiri informasi yang lebih dari yang ada di dalam Internet. Kita menjadi malah untuk mencoba mencari sesuatu yang baru karena selalu mengcopy paste saja dari Google. Yang bisa di lakukan hanya bisa mengikuti apa yang orang lain buat.

     Oleh karena itu, marilah mulai sekarang kita merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang bisa mencipatakan sesuatu hal yang baru tanpa perlu mengcopy paste pekerjaan orang lain yang belum tentu benar isinya. Pribadi yang tidak merendahkan kemampuan diri sendiri. memang menggunakan Google tidak dilarang, tetapi kita harus bisa bijak menggunakannya.


Memanfaatkan Dengan Bijak Mesin Pencari Diinternet Dalam Membuat Tugas Penulisan

     Dengan adanya internet membuat proses belajar kini menjadi lebih mudah. Lebih dari satu dekade silam, ketika internet masih menjadi “barang baru”, studi literatur berarti harus mendekam dibalik tumpukan buku-buku berdebu di perpustakaan. Kini, sebagian literatur tersebut dapat dengan mudah diakses melalui internet.

     Demikian mudahnya menggunakan situs pencari seperti Google atau Bing. Boleh juga menggunakan ensiklopedia on-line yang gratis seperti Wikipedia. Tinggal masukkan kata kunci yang relevan, dan dalam sekejap, tautan-tautan menuju informasi yang diinginkan hadir di depan mata.

     Yang perlu diingat, internet itu seperti tempat yang penuh akan misteri. Siapa pun dapat mengunggah informasi apa pun. Dengan demikian, menjadi tugas si pencari informasi untuk memisahkan informasi yang relevan dan bernilai, serta membuang “sampah”, yaitu informasi yang diragukan kredibilitasnya.

     Ambil contoh Wikipedia. Sebagai situs ensiklopedia gratis, siapa pun dapat menulis entry di dalamnya. Akan tetapi, jangan langsung meremehkan Wikipedia. Informasi yang ditangguk dari situs ini dapat menjadi acuan awal. Namun, sebaiknya diperiksa ulang dengan membandingkan informasi dari situs-situs lainnya. Jadi, Wikipedia dijadikan acuan awal, bukan acuan final.

    Membandingkan dengan sumber-sumber lain dapat menjadi prosedur standar untuk memeriksa kesahihan sebuah informasi. Akan lebih sahih lagi, apabila sumber pembanding adalah situs resmi sebuah institusi ternama atau blog resmi seorang pakar. Situs seperti Google Scholar dapat menjadi titik awal yang baik untuk melakukan pencarian informasi pembanding.

     Sejumlah institusi dan perguruan tinggi ternama kini menyediakan akses ke perpustakaan digital. Tidak semuanya gratis. Ada yang hanya diperuntukkan bagi anggota atau siswa terdaftar. Ada juga yang bisa diakses publik, tetapi berbayar. Jika memiliki kemampuan finansial, tidak ada salahnya untuk membayar, karena dengan demikian memiliki kemudahan mengakses informasi yang diinginkan.

     Jika menyangkut buku-buku teks yang mahal, sedangkan kemampuan finansial terbatas, dapat disiasati misalnya dengan mengintip halaman-halaman tertentu melalui situs seperti Google Books. Kadang kala, Google berbaik hati menampilkan kutipan sejumlah besar halaman dari buku yang dimaksud.

Etika Penggunaan Mesin Pencari di Internet Dalam Membuat Tugas Penulisan

     Mesin pencari adalah suatu fasilitas yang paling sering digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista, Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya.

     Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat dengan cepat menemukan keyword atau kata kunci yang dituliskan oleh pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.

     Dengan adanya mesin pencari, semua hal bisa dicari dengan cepat dan tepat. Karna itu mesin pencari sering digunakan oleh pelajar untuk mencari referensi tugas penulisan. Cukup dengan membuka smartphone atau laptop yang dipunya oleh pelajar tersebut, informasi dan data untuk tugas penulisan langsung bisa didapatkan. Tetapi sayang banyak pelajar yang melupakan etika dari menyunting informasi yang didapat dari mesin pencari. Masih banyak ditemukan bahwa pelajar tersebut melakukan pembajakan atau memplagiat bahwa tulisan tersebut hasil dari pemikirannya sendiri.

     Indonesia sudah mempunyai UU ITE dimana undang-undang tersebut yang mengatur semua aktivitas tentang teknologi informasi, Indonesia juga mempunyai HAKI dimana HAKI tersebut yang membuat suatu karya penulisan menjadi Hak Kekayaan Intelektual bagi si pembuat tulisan tersebut. Dengan adanya UU ITE dan HAKI seorang yang menggunakan karya orang tanpa mencantumkan sumber bisa dituntut dan diberikan sangsi.

     Oleh karna itu sebagai pelajar marilah kita membangun etika ketika sedang melakukan pencarian tugas menggunakan internet, sederhana sebenarnya membangun etika tersebut, dimulai dari mencantumkan sumber data dan informasi penulisan, atau tidak mengembangkan informasi dan data yang di dapat dengan menggunakan pemikiran sendiri, dan tidak menyalin secara utuh tulisan yang ditemukan dari mesin pencari. Dengan begitu kita sebagai pelajar bisa mendapatkan ilmu yang lebih karna dengan menyunting ulang penulisan tersebut.

Jumat, 25 Oktober 2013

Etika Berkomunikasi Di Media Sosial

Pada saat ini sudah banyak terdapat media sosial, seperti, Facebook, Twitter, Google Plus, dll. Pada umumnya media sosial sering digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain atau dengan orang banyak, yang memiliki jarak berjauhan. Kegunaan media sosial cukup banyak, namun media sosial juga dapat menjadi sarana interaksi yang memiliki dampak buruk. Misalnya saat kita melakukan posting di media sosial.

Pada saat melakukan posting, sebaiknya perlu diperhatikan apa dampak yang akan kita posting, bagi orang yang kita tuju dan bagi orang banyak (jika melakukan posting publik). Yang Saya perhatikan saat ini, banyak orang/kelompok yang melakukan posting untuk menjelek-jelekan pihak lain. Tentu saja itu menjadi suatu dampak yang buruk, karena dapat menimbulkan kebencian satu sama lain. Tidak hanya itu, ada juga beberapa orang yang melakukan posting yang kurang penting, misalnya postingan curhatan atau berdoa di media sosial. Postingan yang tidak penting tersebut terkadang hanya menjadi postingan spam, yang ujungnya terpaksa di block oleh beberapa orang yang tidak menyukainya. Ada juga postingan spam lain, seperti postingan iklan, yang terus-terusan diposting.

Menurut saya, sebaiknya dalam melakukan posting harus memperhatikan sebab dan akibatnya. Jika ingin melakukan posting ke publik yang baik, sebaiknya Posting hal-hal yang bermanfaat, misalnya isi posting berupa lokasi daerah kemacetan yang baru saja kita lewati. Tentu saja hal tersebut dapat menjadi informasi yang penting bagi orang banyak.

Saya tidak mengetahui, mengapa sekarang banyak orang yang memanfaatkan media sosial tanpa memperhatikan dampak, yang akan dia postingkan, mungkin karena dia tidak mengetahui etika dalam berkomunikasi di dunia maya?

Berikut ini Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete :
1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall.
2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
3. dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu,:
·         jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
·     jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit.
·        jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
·     jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
·       jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.

Sumber : wikipedia


Jumat, 21 Juni 2013

KUTIPAN LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG

Kutipan Langsung
Flash merupakan software yang memiliki kemampuan menggambar sekaligus menganimasikan serta mudah dipelajari. Di samping digunakan untuk keperluan pembuatan animasi biasa dan animasi sirus web, Flash juga dapat digunakan untuk membuat game, presentasi, dan animasi kartun. Sekarang juga sudah mulai berkembang penggunaan Flash untuk pembuatan game di mobile device seperti handpone,PDA, dll (Amrullah, 2008). 


Kutipan Tidak Langsung
Berdasarkan wawancara dengan Bapak Asep seorang desainer game edukasi dari sebuah perusahaan game interaktif, keberadaan game edukasi itu sangat jarang, hal itu disebabkan karena dianggap kurang menarik dan belum semua kalangan mengetahui karena promosi game edukasi hanya terbatas pada kawasan promosi tertentu saja lain halnya dengan keberadaan game hiburan.

Sumber: