Kamis, 06 Februari 2014

Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Merendahkan Kemampuan Diri Sendiri

     Semenjak keberadaan mesin pencari seperti Google yang semakin mudah untuk diakses, pemikiran manusia pun mulai sedikit banyak berubah karena hal tersebut. Yang dimana pada saat sebelum ada Google bila orang ingin mencari sesuatu biasanya mencari lewat buku atau bertanya pada orang lain. tetapi setelah Google mulai masuk kedalam kehidupan manusia pola pikir manusia mulai berubah menjadi semua hal di cari melalui Google.

     Hal ini menyebabkan sebagian manusia menjadi memiliki perilaku malas yang lebih parah. Yang dimana semua hal dicari dengan menggunakan Google. Informasi yang di dapat dari Google biasanya langsung di Copy Paste tanpa di baca sama sekali isinya, apakah isi yang di cari sudah benar atau salah.
     Tanpa kita sadari kita telah merendahkan kemampuan diri kita sendiri untuk mencari sendiri informasi yang lebih dari yang ada di dalam Internet. Kita menjadi malah untuk mencoba mencari sesuatu yang baru karena selalu mengcopy paste saja dari Google. Yang bisa di lakukan hanya bisa mengikuti apa yang orang lain buat.

     Oleh karena itu, marilah mulai sekarang kita merubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang bisa mencipatakan sesuatu hal yang baru tanpa perlu mengcopy paste pekerjaan orang lain yang belum tentu benar isinya. Pribadi yang tidak merendahkan kemampuan diri sendiri. memang menggunakan Google tidak dilarang, tetapi kita harus bisa bijak menggunakannya.


Memanfaatkan Dengan Bijak Mesin Pencari Diinternet Dalam Membuat Tugas Penulisan

     Dengan adanya internet membuat proses belajar kini menjadi lebih mudah. Lebih dari satu dekade silam, ketika internet masih menjadi “barang baru”, studi literatur berarti harus mendekam dibalik tumpukan buku-buku berdebu di perpustakaan. Kini, sebagian literatur tersebut dapat dengan mudah diakses melalui internet.

     Demikian mudahnya menggunakan situs pencari seperti Google atau Bing. Boleh juga menggunakan ensiklopedia on-line yang gratis seperti Wikipedia. Tinggal masukkan kata kunci yang relevan, dan dalam sekejap, tautan-tautan menuju informasi yang diinginkan hadir di depan mata.

     Yang perlu diingat, internet itu seperti tempat yang penuh akan misteri. Siapa pun dapat mengunggah informasi apa pun. Dengan demikian, menjadi tugas si pencari informasi untuk memisahkan informasi yang relevan dan bernilai, serta membuang “sampah”, yaitu informasi yang diragukan kredibilitasnya.

     Ambil contoh Wikipedia. Sebagai situs ensiklopedia gratis, siapa pun dapat menulis entry di dalamnya. Akan tetapi, jangan langsung meremehkan Wikipedia. Informasi yang ditangguk dari situs ini dapat menjadi acuan awal. Namun, sebaiknya diperiksa ulang dengan membandingkan informasi dari situs-situs lainnya. Jadi, Wikipedia dijadikan acuan awal, bukan acuan final.

    Membandingkan dengan sumber-sumber lain dapat menjadi prosedur standar untuk memeriksa kesahihan sebuah informasi. Akan lebih sahih lagi, apabila sumber pembanding adalah situs resmi sebuah institusi ternama atau blog resmi seorang pakar. Situs seperti Google Scholar dapat menjadi titik awal yang baik untuk melakukan pencarian informasi pembanding.

     Sejumlah institusi dan perguruan tinggi ternama kini menyediakan akses ke perpustakaan digital. Tidak semuanya gratis. Ada yang hanya diperuntukkan bagi anggota atau siswa terdaftar. Ada juga yang bisa diakses publik, tetapi berbayar. Jika memiliki kemampuan finansial, tidak ada salahnya untuk membayar, karena dengan demikian memiliki kemudahan mengakses informasi yang diinginkan.

     Jika menyangkut buku-buku teks yang mahal, sedangkan kemampuan finansial terbatas, dapat disiasati misalnya dengan mengintip halaman-halaman tertentu melalui situs seperti Google Books. Kadang kala, Google berbaik hati menampilkan kutipan sejumlah besar halaman dari buku yang dimaksud.

Etika Penggunaan Mesin Pencari di Internet Dalam Membuat Tugas Penulisan

     Mesin pencari adalah suatu fasilitas yang paling sering digunakan oleh pengguna internet. Dengan mesin pencari ini semua data dan informasi dapat dicari dalam sekejap. Sekarang banyak sekali mesin pencari yang ada di internet, dari yang sering kita dengar seperti Google, Yahoo, sampai yang jarang kita dengar seperti Altavista, Webcrawler dan masih banyak lagi mesin pencari lainnya.

     Mesin pencari yang baik adalah mesin yang dapat dengan cepat menemukan keyword atau kata kunci yang dituliskan oleh pengguna mesin pencari tersebut. Mesin pencari yang akurat biasanya akan menjadi mesin pencari yang paling banyak digunakan oleh user.

     Dengan adanya mesin pencari, semua hal bisa dicari dengan cepat dan tepat. Karna itu mesin pencari sering digunakan oleh pelajar untuk mencari referensi tugas penulisan. Cukup dengan membuka smartphone atau laptop yang dipunya oleh pelajar tersebut, informasi dan data untuk tugas penulisan langsung bisa didapatkan. Tetapi sayang banyak pelajar yang melupakan etika dari menyunting informasi yang didapat dari mesin pencari. Masih banyak ditemukan bahwa pelajar tersebut melakukan pembajakan atau memplagiat bahwa tulisan tersebut hasil dari pemikirannya sendiri.

     Indonesia sudah mempunyai UU ITE dimana undang-undang tersebut yang mengatur semua aktivitas tentang teknologi informasi, Indonesia juga mempunyai HAKI dimana HAKI tersebut yang membuat suatu karya penulisan menjadi Hak Kekayaan Intelektual bagi si pembuat tulisan tersebut. Dengan adanya UU ITE dan HAKI seorang yang menggunakan karya orang tanpa mencantumkan sumber bisa dituntut dan diberikan sangsi.

     Oleh karna itu sebagai pelajar marilah kita membangun etika ketika sedang melakukan pencarian tugas menggunakan internet, sederhana sebenarnya membangun etika tersebut, dimulai dari mencantumkan sumber data dan informasi penulisan, atau tidak mengembangkan informasi dan data yang di dapat dengan menggunakan pemikiran sendiri, dan tidak menyalin secara utuh tulisan yang ditemukan dari mesin pencari. Dengan begitu kita sebagai pelajar bisa mendapatkan ilmu yang lebih karna dengan menyunting ulang penulisan tersebut.